10 Juni 2009
Trik Sulap Pensil Ajaib
Cara Bermain Sulap Pensil Ajaib:
Pertama si pesulap nulis diatas kertan menggunakan pensil. Terus tulisan itu dihapus lagi oleh pesulap. Lalu kertas tadi digunakan untuk menggulung pensil tadi. Abis itu gulungan kertas disobek-sobek....Dan ajaibnya pensil itu hilang saat itu juga.
Rahasia Sulap Ini:
Sebenarnya pensil itu dibuat dari kertas yang mirip dengan kertas yang untuk menggulung pensil itu tadi. Lalu bagian luarnya dilapisi dengan kertas hitam, usahakan yang mengkilap.
Pada ujung-ujungnya dikasih potongan pensil bagian yang runcing, dan sisi satunya dikasih penghapusnya. Itu nanti jadi mirip dengan pensil model jaman dulu yang bagian atasnya ada penghapusnya. Buat semiripmungkin dengan pensil aslinya.
Nb: Kalian dalam bermain sulap ini, usahakan jarak penonton dengan kalian jangan terlalu dekat, 1,5 atau 2 meter lah. Jangan gugup juga.
Selamat bermain sulap....
Uang Muncul Dari Tangan Kosong
Cara Bermain Trik Sulap ini:
Pesulap menunjukan bahwa kedua tangannya kosong dan memang kosong tidak memegang apa-apa. Untuk membuktikanya pesulap menarik lengan bajunya secara bergantian.
Setelah itu pesulap menyatukan kedua tanganya dan melakukan gerakan membaca sesuatu untuk memberi efek yang lebih mengesankan. Tiba-tiba saja uang kertas 20 ribuan muncul dari tanganya ada sekitar 6 lembar.
Rahasianya Trik Sulap ini:
Saat melakukan permainan ini, gunakanlah baju lengan panjang kalo bisa jas. Siapkan beberapa lembar uang yang sudah kalian gulung dan letakan di belakang siku. Kalo sudah sekarang tinggal kelincahan kalian dalam mengalihkan perhatian.
Pada saat kalian menunjukan tangan kiri kalian kosong, tangan kanan kalian mengambil gulungan uang yang sudah kalian sediakan di belakang punggung siku tangan kiri kalian. Lalu kalian menyatukan kedua telapak tangan kalian untuk memberikesan kalian sedang bersiap-siap. Dan lakukanlah sedikit gerakan agar memberi efek yang mengesankan, tapi jangan berlebihan. Munculkanlah uang itu dengan tehnik kalian, bisa sambil menggosok-gosokan kedua telap tangan atau yang lain.
Nb: Dalam memainkan sulap ini sebelum uang yang ada di belakang siku kalian, jangan sekalai-kali siku kalian diluruskan. Tapi setelah uang yang ada di belakang siku sudah diambil itu terserah kalian.
Trik Sulap Menebak Usia
Prosedur :
1. Suruh teman Anda memikirkan usianya dalam hati(misal 51)
2. Kalikan dengan 3 (51 x 3= 153)
3. Tambah 1 (153+1=154)
4. Kalikan 3 (154x3=462)
5. Tambahkan dengan usianya (462+51=513) Suruh ia meneriakkan hasilnya pada Anda.(Ingat teman Anda yg menambahkan usianya bkn Anda,krn Anda tdk tau usianya)
6. Untuk mengetahui usianya, buang saja digit terakhir pada hasil akhir angka tersebut. Usianya dapat diketahui lewat digit yang tidak dibuang.
09 Juni 2009
Sarung Ikat Tenun Terpanjang di Dunia Pecahkan Rekor MURI
Suasana pameran di Gedung Showroom produk Lamongan di Jalan Panglima Sudirman Kota Lamongan, ramai oleh pengunjung yang ingin melihat aneka kerajinan khas Lamongan. di antara produk yang mengundang daya tarik pengunjung adalah kain tenun ikat, kerajinan tradisional asal desa Parengan Kecamatan Maduran, Lamongan.
Tak hanya itu, daya tarik sarung tenun tradisional kali ini juga di meriahkan dengan adanya sarung tenun ikat terpanjang di dunia yang berhasil memecahkan Musium Rekor Indonesia.
Kain tenun yang dikerjakan dengan teknik ikat dan colet ini dikerjakan oleh sepuluh perajin profesional menggunakan alat tenun tradisional, dengan motif kain khas warga setempat.
Kain tenun dengan warna ungu tersebut dihiasi pernik-pernik berwarna merah muda dan putih ini, memiliki panjang 64 meter dan lebar satu meter.
Penasbihan rekor untuk tenun ikat parengan Lamongan ini sekaligus menggeser rekor tenun ikat sebelumnya oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sumba Timur Propinsi NTT. Karya tenun ikat ini hanya sepanjang 50,1 meter dengan lebar 60 centimeter. Itupun dikerjakan oleh 60 orang pekerja selama 152 hari.
Miftahul Khoiri, pembuat kain sarung ini mengaku terinspirasi membuat kain tenun terpanjang, untuk menunjukkan pada dunia, bahwa Lamongan memiliki produk unggulan, berupa sarung tenun ikat tradisional, yang di warisi secara turun temurun.
“saya ingin dunia tahu jika Lamongan bisa memproduksi sarung spektakuler dengan panjang mencapai 60 meter lebih” ujar miftahul kepada Berita 86
Menurut Miftahul, pembuatan sarung terpanjang ini membutuhkan waktu 22 hari dan menghabiskan dana lebih dari tujuh juta rupiah. Bahan-bahannya pun di pilih mengggunakan bahan pilihan terbaik. yakni di datangkan dari india dan china.
Jaya Suprana selaku Ketua MURI serahkan langsung plakat penghargaan dengan nomor registri 3637/R.MURI/III/2009 itu. Masing-masing kepada Bupati Lamongan selaku pemrakarsa, Miftakhul Koiri selaku pembuat dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) selaku sektor penyelenggara.
Menurut Jaya Suprana, kain tenun sepanjang 64 meter ini tidak hanya tercatat dalam Musium Rekor Indonesia, namun juga rekor dunia, serta mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Propinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kain tenun lamongan ini tergolong unik dengan bahan baku kualitas terbaik” kata Jaya Suprana.
Meski sudah banyak yang menginginkan kain tenun pemecah rekor ini, namun Miftahul tetap tidak menjualnya. Bahkan Miftahul ingin kain bersejarah ini diabadikan di gedung Showroom kota Lamongan.
Desa Parengan di Lamongan memang memiliki potensi besar pada bidang industri tenun ikat. Sejumlah 30 unit industri tenun ikat yang ada di desa ini sanggup emnyerap tenaga kerja hingga 3000 orang. Unit industri tenun ikat di desa ini umumnya sudah memakai ATBM (alat tenun bukan mesin). Sementara bahan baku seperti seperti sutera dan pewarna masih mengimpor dari India dan China.
Festival Rujak Uleg 2009 Pecahkan Rekor MURI
“Rekor sebelumnya pada 28 Mei 2006 dengan 1.106 peserta. Tahun ini 1.320 peserta,” ujar PAULUS. Dengan demikian, Festival Rujak Uleg 2009 berhak atas anugerah MURI urutan ke 3.738.
“Tahun ini memang berbeda dari tahun lalu. Kalau sekarang, komunitas pesertanya lebih beragam. Dukungan sponsor juga lebih banyak,” ujar YAYUK.
Selain lebih banyak peserta, Festival Rujak Uleg 2009 juga memberikan penilaian terhadap rasa rujak uleg. Tidak seperti tahun lalu yang hanya menilai soal penampilan makanan dan jumlah peserta.
Sebanyak 30 peserta dengan rasa dan penampilan terbaik dipilih sebagai finalis. Satu diantaranya yaitu tim dari Surabaya Hotel School yang menggunakan kostum anak SD keluar sebagai pemenang dan berhak atas uang tunai Rp. 1.250.000.
Pecahkan Rekor Muri, Satu Keluarga Diwisuda Bareng
Wajah penuh kebahagiaan tidak bisa disembunyikan oleh Dr.Tandyo Hasan SH, M.Kn. Dia bersama istrinya Dr. Inge Soesanto, SH, M.Kn dan putera pertamanya Michael Hans mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri).
Karena bersama-sama lulus di program doktoral Fakultas Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan diwisuda bareng dengan sang anak.
Penghargaan Muri tersebut diserahkanke keluarga yang tinggal di Klampis Anom Surabaya ini dalam acara wisuda yang di Gedung Auditorium Unair kampus C Mulyorejo, Sabtu (18/4). Diserahkan langsung oleh Ketua Muri, Jaya Suprana.
Tandyo Hasan saat berbincang dengan detiksurabaya.com usai wisuda di Restauran Mutiara Jalan Manyar Kertoardjo mengungkapkan, ide ini berawal dari candaan teman-teman serta dosen pembimbingnya kalau apa yang terjadi layak masuk Muri.
Keduanya pasangan yang kuliah bersama dan ujian bersama-sama. Masuk Unair di program doktoral Fakultas Pascasarjana pada tahun 2005. Dia kemudian menghubungi pihak Muri. Tanpa menunggu lama dia mendapat jawaban kalau mereka layak masuk Muri.
"Tidak ada maksud apa-apa, karena ide untuk memasukkan ke Muri adalah iseng. Teman-teman mengatakan karena saya dan istri pantas masuk Muri. Saya kontak dan diberi jawaban Februari," ungkapnya dengan wajah sumringah.
Pria yang juga seorang notaris ini mengatakan penghargaan dari Muri adalah anugerah terindah dari Tuhan. Apa yang terjadi dalam kehidupannya tidak dia rencanakan.
Dia tidak memasang target dengan apa yang dilakukannya. Penghargaan
ini juga diharapkannya bisa memotivasi bagi orang lain untuk belajar tanpa terbatas umur. "Saya jalani semua seperti air, mengalir saja. Saya tidak mau pasang target," katanya yang diamini sang istri, Inge.
Sementara itu sang istri, Inge mengatakan kalau dia kuliah karena 'iri' dengan sang suami yang tidak pernah berhenti belajar. Dia pun memutuskan masuk kuliah kembali dan belajar bersama.
Perempuan yang masih terlihat cantik diusia 52 tahun tersebut mengungkapkan kalau kuliah kembali tidak membuatnya melupakan tanggungjawab sebagai istri, ibu dan juga seorang pengajar.
"Semuanya saya jalani seperti air. Saya beruntung sekali dikaruniai suami dan anak-anak yang tidak membuat saya repot," tuturnya.
Inge menututurkan kuliah lagi memberi motivasi pada anaknya. Sebagai orangtua ini ingin anaknya menjadi orang yang baik dan berguna. Ketika mereka belajar bersamaan seperti sekarang ini membuat dia dekat dengan keluarga. "Saya bisa kenal dunia anak saya begitupula dengan anak saya. Kita bisa berdiskusi bersama," tuturnya.
Sementara itu, Michael Hans sang anak mengatakan kalau dirinya mengaku sangat bahagia karena bisa wisuda bersama dengan orangtuanya. Selama ini menurut mahasiswa Internasional Bussiness Management Kristen Petra Surabaya kedua orangtuanya tidak pernah memaksakan dirinya untuk menjadi apapun.
"Orangtua menyerahkan sepenuhnya ke saya. Saya mau jadi apapun mereka tidak memaksakan kehendak," ujarnya.
Setelah wisuda ini kata Michael dia akan melanjutkan lagi ke program S-2 di Unair. "Saya ambil S-2 lagi, menunggu pengumuman masuk atau tidak," pungkasnya.
Muri menganugerahi tiga kategori penghargaan rekor, yakni ayah, ibu dan anak yang wisuda bersamaan. suami-istri yang menempuh program doktor bidang ilmu hukum secara bersamaan dan Unair ini diwisuda Rektor Unair Surabaya, Fasich dalam upacara wisuda yang diikuti 1.889 wisudawan, yakni 1.374 wisudawan S-1, 162 wisudawan S-2, 53 wisudawan S-3 dan 300 wisudawan D-3.
Aksi Pecahkan Rekor MURI Browsing Internet Terbanyak
Ratusan masyarakat Solo, kemarin sore (30/7) berbondong-bondong memadati kawasan city walk di sepanjang Jl Slamet Riyadi, persisnya di depan Kantor Bank Mandiri dan sekitarnya. Kedatangan mereka tidak lain adalah untuk ikut mendukung acara Browsing Internet di City Walk, sekaligus usaha untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Nge-net Terbanyak.
Para peserta acara tersebut mulai berdatangan sejak pukul 15.00 dengan membawa laptop mereka sendiri-sendiri. Begitu datang, para peserta langsung mencari nomor urut yang terpasang di atas meja yang terbalut kain batik, yang disusun memanjang dari Megaland sampai DKT. Begitu menemukan nomor, para peserta langsung mengeluarkan laptop dan menenggelamkan diri di dunia maya.
Dari data yang masuk jumlah peserta acara Browsing Internet di City Walk tersebut diikuti sekitar 800-an orang. Mereka berasal dari beragam kalangan, mulai dari professional, orang tua, mahasiswa, pelajar sampai anak-anak. Namun, oleh MURI hanya tercatat 500 orang. “Kami juga tidak tahu ngitungnya bagaimana. Tapi, sepertinya ada sejumlah peserta yang belum connect saat penghitungan dimulai. Jadi, tidak masuk hitungan,” ujar pak Eko.
Saking tingginya antusiame masyarakat Solo, even tersebut sekaligus ditetapkan sebagai Cybercholic atau Hari Gandrung Internet di Solo. Dengan pencanangan hari tersebut, maka acara serupa akan terus digelar setiap tanggal 30 Juli per tahunnya. “Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan PT Telkom dalam mewujudkan progam Pemkot Solo Solo Cyber City 2010 mendatang,” jelas pak Eko.
Yang Unik, Menarik, Fantastis, dan Bikin Kagum, Semua Ada Disini!!!











